Bayi diare, mengatasi diare pada anak

mengatasi diare pada anakBayi diare, memang diare pada anak sering sekali melanda dengan tiba tiba alias ujug ujug. Nah…  pada kali ini Pelita Herbal Group akan berbagi tips mengatasi diare pada anak. Jika feses bayi cair dan frekuensi buang air besar meningkat dari kondisi normalnya, maka itu pertanda bayi diare. Diare tidak selalu dianggap penyakit yang harus diredam dengan obat-obatan anti diare. kebanyakan diare merupakan sinyal positif yang tidak boleh distop dengan obat. ini bisa merupakan indikasi bahwa dalam pencernaan kita sudah terjadi penumpukan toksik atau terjadi infeksi karena penumpukan toksik. Namun penyakit diare juga tidak bisa dianggap sepele, karena jika berlangsung terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan berbahaya bagi organ-organ tubuh

Pada saat bayi diare, dia mengeluarkan banyak cairan, oleh sebab itu harus dijaga supaya bayi tidak sampai mengalami dehidrasi. Bagaimana cara mengatasi diare yang menyebabkan dehidrasi ini? Bayi harus tetap minum entah ASI, susu formula maupun air putih. Sebaiknya tidak memberikan susu formula yang mengandung laktosa pada saat bayi diare. Bayi minimal harus mengonsumsi satu gelas air per berat tubuhnya. Jadi kalau berat bayi 4 kg maka minimal dia harus diberi cairan 4 gelas selama satu hari.

Pada saat bayi diare, pemberian ASI memang tetap penting untuk dilakukan. Selain mengganti cairan yang hilang, ASI bermanfaat untuk mencegah kekurangan gizi. Berikan ASI secara perlahan namun frekuensinya meningkat daripada biasanya. Setiap pemberian ASI bisa dilakukann selama 10 hingga 20 menit. Apabila bayi sudah bisa makan makanan padat, maka tetap berikan makanan yang mudah dicerna seperti buah pisang dan bubur. Hal ini bisa menjadi cara untuk mengatasi diare pada bayi.

Apabila diare yang dialami bayi cukup parah maka cairan bisa diberikan melalui selang infus. Pemberian obat dan oralit untuk bayi harus dikonsultasikan dengan dokter. Oralit yang dibuat sendiri dari campuran garam dan gula ke dalam air lebih aman dibandingkan oralit di apotek. Namun hal tersebut sebaiknya tetap dikonsultasikan pada dokter. Sedangkan obat-obatan pabrik yang untuk mengatasi diare bisa berbahaya untuk bayi karena bisa menghambat proses pembuangan bakteri penyebab diare melalui tinja.

Diare bukanlah penyakit yang datang dengan sendirinya. biasanya ada yang menjadi pemicu terjadinya diare.

Diare biasanya menular melalui hal hal berikut :

• Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor.

• Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukan tangan/ mainan / apapun kedalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari.

• Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar.

• Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.

• Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.

Tips Mengatasi Diare pada anak

1. Teruskan pemberian ASI, susu formula & makanan padat pada bayi.

2. Berikan oralit atau larutan gula garam untuk mengganti cairan yang hilang.

3. Berikan makanan seperti biasa, hindari makanan yang mengandung banyak serat seperti sayuran dan buah.

4. Jangan beri anak obat antidiare karena akan menghambat kuman yang akan keluar.

5. Kenali dan waspadai tanda-tanda DEHIDRASI pada anak, diantaranya : mata cekung, haus, mulut kering, demam & kencing berkurang.

6. Jika terjadi hal-hal seperti: mencret lebih dari 5 kali sehari, tanda-tanda dehidrasi, berak berdarah & muntah terus menerus, segera bawa anak anda ke dokter.

Pencegahan Diare pada bayi :
• Teruskan Pemberian Air Susu Ibu (ASI).
• Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untuk pemberian makanan pendamping ASI setelah bayi berusia 6 bulan.
• Karena penularan kontak langsung dari tinja melalui tangan / serangga , maka menjaga kebersihan dengan menjadikan kebiasaan mencuci tangan untuk seluruh anggota keluarga. Cucilah tangan sebelum makan atau menyediakan makanan untuk sikecil.
• Ingat untuk menjaga kebersihan dari makanan atau minuman yang kita makan. Juga kebersihan perabotan makan ataupun alat bermain si kecil.

Semoga Artikel Tips mengatasi diare pada anak ini bermanfaat buat Bunda dan sang buah hati..

Waspada !!! ada Bahaya yang selalu mengancam kesehatan Buah hati anda ! Klik Disini Untuk Membaca Artikel Selengkapnya dan menemukan Solusinya !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s